Dewi& Pangaribuan / Studi Kecelakaan Kerja Operator Mesin di Industri Pengolahan Kelapa Sawit: Investigasi dan Analisis Penyebab dengan Metode 5 Whys dan SCAT/ Vol. 4, No. 2, September 2019 pp. 10-16 15 Kecelakaan kerja yang mengakibatkan terkoyaknya perut salah satu karyawan bagian Loading Ramp di Pabrik kelapa Sawit Des c r i p t i o n o f Kecelakaan kerja merupakan hal terburuk yang harus ditangani oleh para profesional Keselamatan dan Kesehatan kerja karena tidak ada 1 pun orang yang menginkan kecelakaan kerja terjadi apalagi untuk seorang profesional K3 yang memang tugas utamanya adalah untuk mencegah kecelakaan kerja. Apabila kecelakaan kerja sudah terjadi, kita selaku profesional keselamatan kerja harus meresponnya dengan cepat. Kita harus menyusun sebuah laporan kecelakaan kerja yang baik dengan memasukkan semua data yang terkait. Fungsinya tentu agar kecelakaan kerja yang sama tidak akan terulang lagi Sumber Gambar Setelah terjadinya kecelakaan kerja, kita harus segera melakukan investigasi kecelakaan kerja tersebut. Ada teknik-teknik khusus agar kita dapat melakukan investigasi secara baik. Ada 5 tahap yang bisa kita lakukan untuk melaksanakaan investigasi kecelakaan kerja yang baik 1. Pastikan area aman2. Temukan Fakta Terkait3. Tentukan Urutan Kejadian4. Analisis Kecelakaan 5. Rekomendasi 1. Pastikan area aman Tidak menutup kemungkinan bahwa setelah terjadinya kecelakaan, masih ada risiko-risiko yang bisa mengancam keselamatan kita sebagai investigator. Sebagai contoh, longsornya terowongan tambang yang menimbun pekerja pastinya berisiko untuk investigator bisa masuk ke dalam atau ketika ada pekerja tersetrum, ada juga risiko investigator bisa tersetrum. Kita sebagai investigator, harus memastikan area yang kita kunjungi sudah aman. Jika ada risiko tertimpa tanah longsor, maka kita harus memasang tiang-tiang support dan pengendalian lain sehingga tanah di atas cukup kuat tertopang. Jika ada risiko tersetrum, maka kita harus mematikan sumber listriknya. Kita juga bisa memasang safety line untuk memastikan area aman dan tidak ada gangguan pada tempat kecelakaan tersebut yang membuat perubahan pada tempat kecelakaan atau hilangnya bukti-bukti yang ada. 2. Temukan Fakta Terkait Setelah kita memastikan area tempat kejadian kecelakaan kerja telah aman, kita harus mengumpulkan semua fakta yang ada terkait dengan kecelakaan. Sebagai contoh Tanggal,waktu, dan lokasi spesifik dari kecelakaan Nama korban, Jabatan, Departemen dan atasan langsung Nama dan Data diri dari para saksi Kejadian-kejadian sebelum kecelakaan terjadi Tugas spesifik apa yang sedang dilakukan oleh korban pada saat itu Kondisi lingkungan lantai yang licin, pencahayaan yang tidak cukup, bising, dll Kondisi yang ada termasuk tuhas, peralatan, perlengkapan, material, APD dan lain-lain Luka yang ditimbulkan termasuk bagian tubuh yang terluka dan penyebab dari luka itu Jenis perawatan dari luka Gambar-gambar rekonstruksi kecelakaan Kerusakan ke peralatan, material dan lain-lain Ada juga hal yang harus diperhatikan dalam mengumpulkan data dari para saksi Berikan pertanyaan terbuka kepada saksi. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang kemungkinan jawabannya bukan “Iya/Tidak”. Terapkan asas praduga tak bersalah. Kita mungkin sudah mendengar kronologisnya dari rekan kerja yang lain. Jikalau keterangan yang disampaikan saksi berbeda, maka kita tidak boleh menyalahkan saksi. Hindari asumsi dan pertanyaan yang mengarah. Jika asas praduga tak bersalah sudah tidak dipakai biasanya pertanyaan yang muncul adalah pertanyaan yang memojokkan ke saksi. Ini akan berakibat saksi merasa segan untuk memberikan keterangan lebih lanjut Keterangan yang dihimpun haruslah bisa diukur. Hindari untuk menggunakan kata “dekat” lebih baik gunakan kata “5 cm”. 3. Tentukan Urutan Kejadian Berdasarkan fakta yang ada, Anda seharusnya dapat untuk mengurutkan kejadian hingga munculnya kecelakaan. Pada laporan investigasi kecelakaan kerja Anda, deskripsikan urutan ini secara detail termasuk Kejadian yang menyebabkan kecelakaan Misalnya karyawan berjalan, berlari, membungkuk, memanjat, mengangkat, mendorong, memutar katup valve, menggunakaan alat, dan sabagainya Kejadian pada saat kecelakaan Misalnya karyawan tertabrak benda, terperangkap di antara benda, jatuh dari ketinggian, menghirup uap beracun, atau terpercik zat kimia berbahaya. Kejadian sesaat setelah kecelakaan Apa yang karyawan lakukan? Memegang lututnya, memegang sikunya, menutup lukanya, berteriak. Kita perlu juga untuk mendeskripsikan bagaimana rekan kerjanya merespon terhadap kecelakaan tersebut. Apakah mereka memanggil bantuan, memberikan pertolongan pertama, mematikan perlengkapan, memindahkan korban, dan sebagainya Kecelakaan harusnya dideskripsikan secara detail pada laporan investigasi kecelakaa agar pembaca mendapat bayangan yang jelas tentang apa yang sedang terjadi. Anda juga dapat menggunakan diagram yang secara efektif dapat menunjukkan urutan terjadinya kecelakaan. Lebih baik lagi jika Anda dapat memasukkan foto tentang kecelakaan sehingga pembaca dapat mudah memahami. 4. Analisis Kecelakaan Laporan Anda haruslah mencakup analisis yang dalam tentang penyebab kecelakaan. Penyebab tersebut meliputi Penyebab langsung, misalnya tumpahan di lantai sehingga menyebabkan terpeleset Penyebab tidak langsung, misalnya karyawan tidak menggunakan sepatu kerja yang anti licin atau sedang membawa tumpukan barang yang menghalangi pandangannya Faktor kontribusi lain, misalnya tekanan pekerjaan, tidak ada rambu peringatan, tidak adanya training dan prosedur Untuk melakukan analisis kecelakaan, kita harus memilih teori kecelakaan kerja yang paling sesuai dengan kondisi kita. Pembahasan tentang teori kecelakaan kerja bisa dilihat di 8 Teori Penyebab Kecelakaan Kerja K3 – 5. Rekomendasi Rekomendasi untuk perbaikan dapatlah meliputi perbaikan langsung ataupun jangka panjang seperti Pelatihan karyawan tentang praktek kerja aman Pemeliharan mesin rutin yang menjaga perlengkapan dalam kondisi operasi yang baik Evaluasi dari prosedur kerja dengan rekomendasi perbaikan Melakukan Analisa bahaya untuk evaluasi bahaya lain dalam tugas tertentu dan melatih karyawan terhadap bahaya ini Pengendalian teknik untuk membuat tugas lebih aman atau pengendalian administrative untuk mengganti cara tugas dilakukan. Referensi Benton, J. 2011, August 24. How to Write a Good Accident or Incident Report. Retrieved May 24, 2015, from EHS Safety America Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3 Demikianlahbeberapa ulasan artikel tentang pertanyaan investigasi kecelakaan kerja yang dapat Anda jadikan referensi untuk mengetahui lebih jauh mengenai pertanyaan investigasi kecelakaan kerja. Topik K3 lainnya yang bisa Anda pelajari adalah contoh komunikasi vertikal, contoh buku laporan harian satpam,
by HSP, Author Ismail. A Untuk mengidentifikasi dan memahami akar penyebab terjadinya kecelakaan dan bagaimana akar-akar penyebab tersebut berinteraksi, maka kita harus mengumpulkan bukti-bukti atau data-data lapangan dan kemudian melakukan analisis terhadap bukti-bukti tersebut. Banyak jenis metodologi yang berkembang dan digunakan pada berbagai perusahaan untuk menyelidiki terjadinya kecelakaan. Pada umumnya metodologi tersebut menggunakan beberapa tools secara bersamaan. Berikut adalah beberapa jenis tools investigasi kecelakaan yang banyak digunakan pada berbagai perusahaan dan penelitian. 1. Informal, one on one Metoda tradisional dengan cara investigasi secara langsung kepada pekerja yang terkait dengan insiden kecelakaan. Biasanya dalam bentuk wawancara oleh atasan langsung. 2. Brainstorming Metoda diskusi dalam bentuk group diskusi, setiap peserta dimintai pendapatnya tentang penyebab kecelakaan tersebut. Biasanya diskusi menggunakan check list what-if dan five why. Dalam group brainstorming sebaiknya melibatkan beberapa orang pekerja yang memiliki latar belakang berbeda sehingga analisa terhadap insiden kecelakaan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang keahlian. 3. Timeline Team investigasi membuat daftar kronologi insiden kecelakaan dengan beberapa bentuk format, mulai dari daftar kronologi sederhana sampai pada diagram kronologi yang lebih rumit yang menunjukkan kondisi kejadian pada sumbu diagram. Tahap awal dari analisa insiden kecelakaan melibatkan pengembangan awal gambaran kronologis urutan kejadian yang menyebabkan terjadinya kegagalan. Hal ini memerlukan pengumpulan bukti melalui wawancara terhadap saksi kunci dan memeriksa semua bukti yang relevan peralatan dan dokumen dalam rangka untuk mengumpulkan kronologis kondisi kejadian. 4. Sequence Diagram Team investigator membuat sebuah diagram untuk menggambarkan hubungan antara kejadian dan kondisi saat kejadian secara bercabang paralel. Dalam metode ini terlebih dahulu harus sudah jelas awal kejadian dan akhir urutan kejadian, dan analisis dimulai dari akhir kejadian yang kemudian dirunut keawal kejadian. Sama halnya dengan timeline, pada metode ini juga harus dikumpulkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada untuk melihat adanya kejanggalan atau kesenjangan dari kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Setiap bukti yang ditemukan dituliskan diatas Post-It Note dan ditempelkan dipapan atau dinding, satu lembar Post-It Note untuk satu bukti yang ditemukan, kemudian dilihat korelasi antara bukti-bukti tersebut dan dihubungkan satu sama lain sehingga membentuk sequence diagram. 5. Causal Factor Identification Team melakukan investigasi terhadap hal-hal yang negative dari kejadian, kondisi kejadian dan tindakan yang berkontribusi terhadap terjadinya kejadian kecelakaan. Setelah semua bukti dikumpulkan dan diagram timeline atau urutan kejadian sudah dikembangkan, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi faktor kausal dari kejadian kecelakaan. Faktor kausal adalah kejadian dan tindakan negative yang berkontribusi besar terhadap kejadian tersebut, faktor kausal melibatkan kesalahan manusia dan kegagalan peralatan yang menyebabkan kecelakaan, namun bisa juga kondisi yang tidak diinginkan, kegagalan pelindung layer protection seperti prosedur, dan kontrol proses dan aliran energy. Faktor-faktor kausal menunjuk pada area kunci yang perlu diperiksa untuk menentukan apa yang menjadi penyebab utama. 6. Checklist Checklist adalah tools yang paling banyak digunakan karena mudah digunakan. Kelebihan dari tools ini adalah sangat mudah digunakan sehingga tidak perlu ada training khusus. Namun kekurangannya adalah seringkali kita langsung menyimpulkan hasil yang kita temukan tanpa mau menggali lebih dalam, kita terpaku pada pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada didalam checklist dan tidak mau berfikir diluar dari hal tersebut. 7. Predefined Trees Team tinggal menggunakan diagram batang yang sudah disediakan, kita hanya tinggal memasukkan faktor kausal kedalam setiap cabang diagram batang. Sama halnya dengan checklist, predefined trees tersedia dalam beberapa standar, ada yang sederhana dan ada yang komprehensif. Umumnya diagram batang siap pakai seperti ini dibuat oleh tim ahli berdasarkan pengalaman pada berbagai industry, dan mengandung aspek kesalahan manusia, kegagalan peralatan dan kegagalan prosedur atau system. 8. Logic Trees Logic trees adalah diagram batang yang dibangun oleh team investigator berdasarkan faktor-faktor kausal yang dimasukan kedalam diagram batang dan didefinisikan hubungan satu sama lain. Logic trees yang baik dikembangkan dengan melibatkan tim yang terdiri dari multidisiplin ilmu, dan diskusi dimulai dengan mengajukan pertanyaan “mengapa”, hal ini akan mendorong setiap tim untuk memikirkan berbagai faktor penyebab. Keberhasilan dari logic tree sangat tergantung dari pengetahuan dan pengalaman tim itu sendiri. Contoh logic tree adalah FTA Fault Tree Analysis, Event Tree, Why Tree, dan Causal Tree. SEMOGA BERMANFAAT HSP
\n pertanyaan investigasi kecelakaan kerja
pertanyaaninvestigasi kecelakaan kerja - Prosedur investigasi kecelakaan kerja tak hanya diperuntukkan dalam insiden di lokasi kerja. Beberapa kasus yang membutuhkan penyelidikan ini dapat diaplikasikan untuk penyakit akibat kerja, peristiwa yang berkaitan dengan lingkungan (contohnya tumpahan minyak), insiden yang berhubungan dengan

image via pertanyaan investigasi kecelakaan kerja – Prosedur investigasi kecelakaan kerja tak hanya diperuntukkan dalam insiden di lokasi kerja. Beberapa kasus yang membutuhkan penyelidikan ini dapat diaplikasikan untuk penyakit akibat kerja, peristiwa yang berkaitan dengan lingkungan contohnya tumpahan minyak, insiden yang berhubungan dengan industri, hampir terjadi kecelakaan, hingga kejadian-kejadian yang mengarah ke tindak kriminal maupun kebakaran. Investigasi di tempat kerja seperti di lokasi-lokasi lainnya harus dilaksanakan secara sistematis. Hal ini akan membantu pihak-pihak yang terlibat menyelesaikan masalah secara cepat. Di bawah ini merupakan langkah-langkah penyelidikan yang perlu diperhatikan Segera kumpulkan informasi kecelakaan Langkah awal yang harus diambil begitu mendapati kecelakaan di lokasi kerja adalah mengumpulkan informasi seputar peristiwa tersebut. Datanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan di tempat kejadian perkara TKP hingga mewawancarai orang-orang yang terkait dengan kejadian tadi. Terlambat sedikit saja akan menyulitkan Anda mengumpulkan informasi krusial, karena sudah menguap’ atau sengaja dihilangkan/direkayasa pihak-pihak yang tak ingin ulahnya tersingkap. Bentuk tim investigasi yang bisa diandalkan Membentuk tim investigasi harus diperhatikan pula dari jenis kecelakaan yang terjadi. Jika insidennya ringan dan tak menimbulkan dampak signifikan, tim beranggotakan satu atau dua orang sudah cukup. Akan tetapi, kalau kasusnya kompleks dan berat, dibutuhkan tim solid dengan orang-orang profesional seperti pemilik fasilitas kerja, supervisor, pakar di bidang tertentu, dan lain sebagainya. Perhatikan pula keterlibatan pihak manajemen yang akan memegang peran dan komitmen kuat. Merunutkan setiap kejadian di lokasi/TKP Langkah selanjutnya dalam investigasi kecelakaan kerja yang harus Anda dilakukan adalah menyusun setiap kejadian secara runut. Jangkauan waktu dalam peristiwa tersebut dapat bervariasi. Misalnya, sejak pihak dalam kecelakaan berangkat kerja atau beberapa tahun silam saat dia diterima di tempat tersebut. Satu hal yang pasti, setiap informasi yang masuk dalam kronik tersebut harus relevan, sistematis, dan berkaitan dengan kecelakaan yang sedang diselidiki. Identifikasi seluruh kontrol pada kecelakaan Dalam hal ini, kontrol merupakan hal-hal yang bisa mencegah atau mengurangi risiko maupun dampak kecelakaan. Kontrol mencakup engineering control, administrative control, maupun alat proteksi diri yang berhubungan dengan insiden. Anda perlu mengidentifikasi kontrol yang tersedia maupun absen dalam kasus yang sedang diinvestigasi. Tahap identifikasi kontrol sangat penting karena akan membantu tim menentukan akar penyebab untuk menyelesaikan masalah. Menentukan akar penyebab atau root cause Penentuan akar penyebab atau root cause sangat krusial. Pasalnya, anggota tim investigasi harus menganalisis informasi secermat mungkin untuk memperoleh hasil akurat. Metode bernama Root Cause Analysis ini terdiri atas sejumlah metode dan teknik. Namun, tim hanya perlu mengajukan pertanyaan why atau mengapa. Pasalnya, pertanyaan mengapa akan mengantarkan tim pada lebih dari satu akar penyebab dalam prosedur investigasi kecelakaan kerja. Menarik solusi sebagai rekomendasi kasus Setelah tim menemukan akar penyebab, tim dapat melanjutkan tugas dengan menarik solusi sebagai rekomendasi untuk menyelesaikan masalah sekaligus mencegah agar kecelakaan tidak terulang. Anda harus menyusun rekomendasi yang detail, relevan, dan jelas dengan root cause yang telah berhasil ditemukan. Pastikan juga pihak-pihak yang bertanggung jawab sudah tercantum supaya akuntabilitas solusi tidak kabur dan bermanfaat di kemudian hari. Membuat laporan investigasi kecelakaan Langkah terakhir yang harus dilakukan untuk merampungkan tugasnya adalah membuat laporan terkait investigasi kecelakaan. Laporan tersebut nantinya diserahkan kepada pihak manajemen maupun top management. Mereka nantinya yang akan memberikan persetujuan dan dukungan terhadap hasilnya dan berkomitmen mengaplikasikan rekomendasi yang telah disusun tim sebagai tindak pencegahan. Dengan begitu, lingkungan kerja di tempat peristiwa terjadi dapat lebih aman dan nyaman bagi semua pihak. Dalam praktiknya, investigasi terhadap kecelakaan di tempat kerja memang tak terlepas dari rintangan. Terutama pada kasus-kasus besar yang melibatkan banyak pihak penting. Meski demikian, penegakkan hukum tetap harus diberlakukan dan penyelidikan secara sistematis dapat membantu semua pihak untuk mengungkap dan menyelesaikan masalah. Demikian informasi seputar tujuh langkah dalam prosedur investigasi kecelakaan kerja. Semoga dapat membantu siapa pun yang membutuhkan panduan singkat.

InvestigasiKecelakaan Kerja Post Test Aplog DRAFT. 9 months ago. by ambi_pradiptha_47433. Played 21 times. 0. Data yang dikumpulkan dan menjadi bukti awal dari sebuah penyelidikan kecelakaan kerja diantaranya adalah, kecuali. answer choices Ajukan pertanyaan personal. Tags: Question 12 . SURVEY . 20 seconds . Q. Cara investigasi kecelacara investigasi kecelakaan kerjakaan dalam K3 - investigasi kecelakaan dalam bekerja adalah cara yang tepat untuk mengetahui data dan fakta tentang penyebab kecelakaan kerja yang terjadi. Aktivitas investigasi kecelakaan kerja harus dilaksanakan oleh seorang yang ahli di bidangnya. Untuk itu, seorang yang berprofesi sebagai tim investigasi kecelakaan kerja, mereka harus memiliki kecakapan terkait prosedur dan teknik investigasi kecelakaan kerja serta kemampuan dalam menganalisis penyebab kecelakaan ahli K3 memiliki berbagai cara investigasi kecelakaan dalam K3. Berbagai cara atau metode dalam menginvestigasi ini dibedakan berdasarkan tingkat kecelakaan dan penyebab kecelakaannya. Berikut cara investigasi kecelakaan dalam kerja tidak bisa dihindari namun bisa kita minimalisasi dengan strategi dan langkah yang tepat. Apabila telah terjadi kecelakaan, perlu adanya investigasi kecelakaan pada pekerjaan. Fungsi utamanya adalah untuk mencegah kecelakaan kerja yang sama terulang kembali. Bukan hanya mengenai kecelakaan kerja saja investigasi kecelakaan kerja dilakukan. Kegiatan investigasi ini juga dilakukan untuk mencegah penularan atau penyerangan penyakit yang ditimbulkan akibat kerja. Seperti, tumpahan minyak, kebocoran gas, atau telah terjadi kecelakan kerja di suatu perusahaan atau proyek, maka perlu dilakukan langkah atau cara investigasi kecelakaan dalam K3. Berikut langkah – Mengumpulkan Data Kecelakan Kerja dalam K3Pengumpulan informasi merupakan langkah awal dalam cara investigasi kecelakaan dalam K3. Pengumpulan informasi terkait kecelakan kerja yang terjadi di sebuah perusahaan atau proyek bergantung dengan ringan atau beratnya sebuah kecelakaan. Hal ini akan mempengaruhi tim yang akan menangani kecelakaan kecelakaan kerja merupakan jenis kecelakaan kerja ringan, maka tim yang terjun cukup satu atau dua orang. Tim investigasi kecelakaan langsung terjun ke tempat yang dikumpulkan bisa berupa informasi langsung atau tak langsung. Informasi langsung bisa didapatkan di tempat kejadian kecelakaan tersebut seperti wawancara langsung dengan saksi mata atau orang yang berada di dekat tempat kejadian merupakan salah satu cara paling mudah untuk mengumpulkan data dalam langkah atau cara identifikasi kecelakaan dalam K3. Wawancara dilakukan untuk menemukan data yang ada di lapangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengumpulkan data, sebagai berikut1. Tanyakan kepada saksi tentang apapun yang ia ketahui tentang kecelakaan yang terjadi. Usahakan bahwa pertanyaan tersebut bukan pertanyaan yang jawabannya adalah ya atau tidak2. Tim investigasi perlu menerapkan asas praduga tak bersalah kepada para pekerja lainnya. Meskipun ketika mengumpulkan data di lapangan, terdapat beberapa data yang mungkin tidak sama dengan hasil wawancara dengan saksi lainnya. Maka, tim investigasi tidak boleh menyalahkan Ketika mengumpulkan data, tim investigasi harus menghindari asumsi dan pertanyaan yang mengarah kepada saksi. Ingat bahwa tim investigasi harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga tim tidak boleh memojokkan saksi. Jika hal ini tidak dilaksanakan maka bisa jadi saksi merasa enggan untuk memberikan keterangan lebih Data yang dikumpulkan harus bisa dalam pengumpulan informasi terkait cara investigasi kecelakaan kerja dalam K3, ada berbagai macam data yang harus anda kumpulkan, misalnya1. Waktu kejadian. Waktu ini meliputi tanggal, hari, jam, dan lokasi spesifik dari kecelakaan2. Nama dan data diri korban3. Tugas atau aktivitas yang sedang dilakukan korban,4. Kondisi lingkungan disekitar kecelakaan5. Jenis perawatan yang diperlukan korban kecelakaan6. Gambar rekonstruksi dan kerusakan peralatan, fatal dalam kecelakaan kerja adalah terlambatnya tim investigasi datang ke tempat kejadian kerja. Ini ditakutkan apabila ada beberapa oknum yang berusaha untuk menghilangkan informasi atau membuat rekayasa informasi terkait kecelakan. Dengan tujuan untuk kepentingan perseorangan atau sekelompok orang Membentuk tim investigasi kecelakaan kerja dalam K3Pembentukan tim investigasi kecelakaan dalam langkah atau cara investigasi kecelakaan dalam K3 bergantung dengan berat atau ringannya sebuah kecelakaan kerja yang terjadi. Ketika terjadi kecelakaan kerja yang berat atau dimungkinkan timbul dampak yang berat maka perlu beberapa tim K3 dari berbagai divisi untuk terjun ke lokasi kejadian. Seperti, supervisor, pemilik fasilitas kerja, seorang ahli di bidang tertentu apabila kecelakaan kerja tersebut membutuhkan ahli bisa dimungkinkan pihak manajemen dan top manajemen ikut dalam tim investigasi apabila kecelakaan kerja ini dapat berdampak pada isu yang Tim investigasi meruntut kejadian kecelakan kerja dalam K3Apabila tim investigasi berhasil mengumpulkan data, maka cara investigasi kecelakaan dalam K3 yang selanjutnya adalah meruntut kejadian kecelakaan. Tim memulai meruntutkan kejadian kecelakaan kerja yang terjadi. Dimulai dari sebelum terjadinya kecelakaan, waktu kecelakaan, hingga akhirnya tim investigasi datang untuk menangani kecelakaan peristiwa kecelakaan kerja ini berfungsi untuk memudahkan tim dalam memahami alur terjadinya kecelakaan kerja. Hal yang perlu dipastikan ketika merutut setiap alur kejadian kecelakaan adalah relevansi dan keakuratan informasi yang didapat dari narasumber atau data lain yang dapat digunakan sebagai barang Mengidentifikasi semua faktor yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerjaData telah terkumpul dan dianalisis terkait faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Sehingga tim investigasi perlu membuat atau mengidentifikasi faktor yang mampu mengurangi atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Mencegah kecelakaan bisa dengan menambah alat perlindungan diri terkait pekerjaan yang dilakukan, engineering control, administrative control atau membuat peraturan baru terkait keselamatan kerja yang memang mampu mencegah terjadinya kecelakaan juga harus selalu mengidentifikasi area kerja untuk mengontrol daerah-daerah yang terutama rawan terhadap kecelakaan. Misalnya mengontrol kondisi peralatan kerja, mesin, atau lingkungan Menentukan penyebab terjadinya kecelakaanProses yang paling penting dalam cara investigasi kecelakaan dalam K3 adalah proses penentuan penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Pada proses ini, tim harus menlakukan analsis penyebab utama kecelakaan kerja. Kegiatan ini sering disebut dengan istilah Root Cause Analysis RCA.Metode RCA adalah salah satu cara investigasi kecelakaan dalam K3 digunakan untuk mengidentifikasi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja dengan mengajukan pertanyaan kepada saksi. Pertanyaan yang dimunculkan adalah pertanyaan yang berkaitan dengan mengapa. Mengapa kecelakaan itu bisa terjadi, mengapa korban bisa terluka di bagian tangan, dll. Pertanyaan mengapa tersebut mampu membuat saksi untuk menjabarkan kronologi sehingga tim mampu mendapatkan informasi yang lebih detail dalam satu hal yang lebih penting untuk diketahui, bahwa akar penyebab atau penyebab utama dari sebuah kecelakan kerja bukan berasal dari faktor sumber daya manusia human cause akan tetapi dari faktor sumber daya sistem atau system Membuat rekomendasi hasil investigasi kecelakaan yang terjadi di lokasi kerjaTim telah mengetahui akar penyebab terjadinya kecelakaan. Cara investigasi kecelakaan pada K3 selanjutnya adalah membuat rekomendasi solusi agar kecelakaan kerja yang serupa tidak terjadi atau mampu rekomendasi kerja ini harus dibuat dengan lengkap, jelas, dan relevan. Agar akuntabilitas rekomendasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan, maka tim perlu mencantumkan pihak yang bertanggung jawab dalam pengeluaran rekomendasi tersebut dan juga penyelesaian dari rekomendasi hasil investigasi kecelakaan kerjaLangkah terakhir dalam cara investigasi kecelakaan dalam K3 adalah pelaporan hasil investigasi. Tim investigasi wajib melaporkan hasil investigasinya kepada manajemen atau top manajemen agar mendapatkan persetujuan dan dukungan dari hasil tim investigasi juga perlu mendapatkan persetujuan dan komitmen dari pihak manajemen untuk menerapkan rekomendasi yang telah disepakati tim investigasi dengan tujuan kecelakaan yang serupa tidak terjadi pelaporan hasil investigasi kecelakaan, setidaknya laporan memiliki data sebagai Hal yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja2. Peristiwa pada saat terjadinya kecelakaan kerja di suatu tempat kerja3. Peristiwa sesaat setelah terjadi kecelakaan investigasi dalam melaksanakan cara investigasi kecelakaan dalam K3 prlu menggambarkan keadaan rekan kerja dan opini mereka terhadap kecelakaan tersebut. Kemudian tim juga perlu memberikan gambaran terkait penanganan kecelakaan sebelum tim investigasi datang seperti pemanggilan pada divisi perlindungan kerja, memberi pertolongan pertama, mematikan mesin atau peralatan kerja, atau mengevakuasi korban agar tidak lebih kerja yang terjadi di lapangan harus dilaporkan secara detail tanpa ada yang ditutupi atau dimanipulasi. Cara investigasi kecelakaan dalam K3 selanjutnya adalah laporan. Pelaporan juga bisa menggunakan diagram atau gambar yang memudahkan pihak terkait memahami kronologi dan rekomendasi dari hasil investigasi kecelakaan yang langkah yang diungkapkan adalah langkah – langkah sederhana sebagai gambaran untuk melakukan investigasi pada kecelakaan kerja di sebuah perusahaan atau tempat kerja. Lcara investigasi kecelakaan kerja dalam K3 ini tidak semua perusahaan memiliki langkah yang sama. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan keadaan tempat kerja atau masing – masing perusahaan.
MemahamiInvestigasi Kecelakaan:Metode SCAT. Investigasi kecelakaan bisa dikatakan efektif bila dapat mendeskripsikan kejadian sebenarnya, menentukan akar penyebab kecelakaan, menentukan risiko dan mampu mengembangkan tindakan pengendalian. Terjadinya kecelakaan kerja sering kali disertai dengan cedera, kesehatan yang memburuk bahkan kematian.
0% found this document useful 0 votes525 views2 pagesDescriptionPanduan Wawancara Investigasi Kecelakaan KerjaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes525 views2 pagesPanduan Wawancara Investigasi Kecelakaan KerjaJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Jadikalau kecelakaan tambang sudah pasti kecelakaan kerja, tapi kecelakaan kerja belum tentu termasuk kecelakaantambang. Dalam proses investigasi kecelakaan terdapat istilah 4P; salah satu P adalah People (saksi langsung dan saksi tak langsung). berikan pertanyaan logis dan jangan memotong/memutus keterangan saat saksi sedang Investigasi kecelakaan bisa dikatakan efektif bila dapat mendeskripsikan kejadian sebenarnya, menentukan akar penyebab kecelakaan, menentukan risiko dan mampu mengembangkan tindakan pengendalian. Terjadinya kecelakaan kerja sering kali disertai dengan cedera, kesehatan yang memburuk bahkan kematian. Jika hal tersebut terjadi pada pekerja, tentu saja bisa menimbulkan kerugian besar bagi pekerja, keluarga, termasuk perusahaan. Setiap kecelakaan tentu terjadi secara tidak sengaja atau tidak dikehendaki dan pasti terdapat penyebab dari kecelakaan tersebut. Oleh karenanya, sebab-sebab kecelakaan harus diteliti dan ditemukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Investigasi Kecelakaan Kerja Investigasi kecelakaan adalah suatu cara untuk mencari data dan fakta yang berhubungan dengan kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban jiwa atau kerugian harta benda. Investigasi kecelakaan dilakukan guna mencari akar penyebab dari kecelakaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Melakukan investigasi kecelakaan sendiri akan memberi Anda sebuah pemahaman lebih dalam tentang risiko terkait pekerjaan yang dilakukan. Investigasi juga menjadi alat yang penting untuk mengembangkan dan memperbaiki sistem manajemen K3 perusahaan Anda. Investigasi yang efektif memerlukan pendekatan metodis dan sistematis terhadap pengumpulan, pemeriksaan, dan analisis informasi. Hasil temuan investigasi ini yang akan dijadikan dasar untuk menentukan program pencegahan dan tindakan perbaikan agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Tujuan investigasi kecelakaan Mengidentifikasi dan mendeskripsikan kejadian sebenarnya apa, di mana, dan kapan Mengidentifikasi penyebab langsung dan akar/ faktor penyebab kecelakaan mengapa Membantu manajemen untuk mengidentifikasi tindakan perbaikan yang efektif dan praktis Memperbaiki sistem manajemen K3 Mencegah kecelakaan kerja yang sama terulang kembali dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja. Siapa yang harus melakukan investigasi kecelakaan? Idealnya, investigasi kecelakaan harus dilakukan oleh individu atau kelompok yang kompeten dan memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang investigasi kecelakaan agar akar penyebab kejadian dapat dianalisa secara tepat dan akurat. Seorang penyelidik harus memiliki kompetensi sebagai berikut Memahami investigasi kecelakaan dengan model sebab akibat Memahami teknik investigasi Mengetahui persyaratan hukum atau organisasi terkait kecelakaan kerja Memiliki pengetahuan dasar tentang K3 Mampu melakukan wawancara dan teknik pengumpulan data dan fakta secara efektif Mengetahui persyaratan untuk dokumen, pengumpulan data, dokumentasi terkait investigasi Mampu menganalisa data yang dikumpulkan untuk menentukan hasil temuan dan tindakan perbaikan yang harus dilakukan. Canadian Centre for Occupational Health and Safety CCOHS merekomendasikan agar investigasi dilakukan secara bersama-sama, baik manajemen maupun perwakilan dari tenaga kerja atau pihak-pihak yang relevan. Anggota tim investigasi kecelakaan mencakup Pekerja yang memiliki pengetahuan atau memahami tentang proses kerja Supervisor di area tempat terjadinya kecelakaan Safety officer Pimpinan departemen K3 perusahaan Pekerja yang kompeten dalam melakukan investigasi kecelakaan Para ahli di luar perusahaan sesuai kebutuhan investigasi Perwakilan dari pemerintah daerah atau polisi setempat. Metode Investigasi Kecelakaan Systematic Cause Analysis Technique SCAT Systematic Cause Analysis Technique SCAT adalah sebuah alat atau metode yang dikembangkan International Loss Control Institute ILCI, yang digunakan untuk menyelidiki dan mengevaluasi kecelakaan kerja dengan menggunakan bagan SCAT. Description of incident -> -> Categories of contact that could have led to the incident -> -> Immediate cause -> -> Basic cause -> -> Activities for a successful loss control program Bagan SCAT Tahapan metode SCAT meliputi 1. Deskripsi atau gambaran suatu kejadian. Misalnya, keracunan gas, defisiensi oksigen, terjepit mesin bergerak, atau jatuh dari ketinggian. 2. Faktor pemicu timbulnya kecelakaan atau berbagai hal yang menyebabkan kecelakaan. Misalnya, pekerja korban kontak dengan gas beracun atau kontak dengan peralatan bertenaga. 3. Penyebab langsung, terdiri dari perilaku tidak aman unsafe action dan kondisi tidak aman unsafe condition. Tindakan Tidak Aman Kondisi Tidak Aman Bekerja tanpa disertai izin kerja Tidak peduli pada peringatan Kegagalan untuk bekerja dengan aman Mengoperasikan peralatan melebihi kecepatan yang ditentukan Tidak menggunakan perangkat keselamatan Menggunakan peralatan yang rusak/ tidak layak Penggunaan peralatan tidak tepat Menggunakan APD yang tidak layak/ tidak memakai APD Cara memuat material tidak tepat Penempatan material/ alat bukan di tempat semestinya Teknik pengangkatan tidak tepat Posisi kerja tidak ergonomis Mengoperasikan peralatan yang sedang diperbaiki/ dipelihara Di bawah pengaruh alkohol/ obat-obatan terlarang Bercanda ketika kerja Pengaman/ pembatas di area kerja tidak memadai APD tidak memadai/ tidak sesuai dengan jenis pekerjaan Peralatan rusak/ cacat Ruang kerja sempit/ terbatas Tanda peringatan/ rambu K3 tidak memadai Bahaya kebakaran dan ledakan Tata graha housekeeping tidak memadai Paparan bahan kimia berbahaya dan beracun Paparan kebisingan Paparan radiasi Paparan suhu ekstrem Kurangnya pencahayaan dan ventilasi 4. Penyebab dasar, terdiri dari faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor manajemen. Faktor Individu Faktor Pekerjaan Faktor Manajemen Kemampuan fisik dan mental pekerja tidak memadai Kurangnya pengetahuan Kurangnya keterampilan Stres akibat kerja Kurangnya motivasi kerja Kurangnya pengawasan/ kepemimpinan yang lemah Rekayasa teknik tidak memadai Peralatan kerja tidak memadai Perawatan peralatan yang tidak memadai Prosedur bekerja aman tidak memadai Peralatan yang rusak/ aus tetap digunakan Penyalahgunaan peralatan Program K3 tidak memadai/ tidak efektif Standar operasional prosedur SOP tidak sesuai Kurangnya kepatuhan terhadap standar Kurangnya pelatihan Tidak ada inspeksi dan evaluasi Tidak ada audit Budaya keselamatan yang apatis Manajemen bersikap acuh tak acuh Komunikasi K3 yang buruk Investigasi kecelakaan yang buruk dan dangkal dll. 5. Tindakan perbaikan/ pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kecelakaan. Misalnya, menyediakan APD yang memadai, prosedur kerja diperjelas, atau menyediakan peralatan kerja yang memadai. Pada metode investigasi SCAT, setiap faktor penyebab kecelakaan dibuat semacam daftar sesuai tabel di atas sebagai panduan untuk memudahkan penyelidik dalam menemukan akar penyebab kecelakaan yang terjadi. Keuntungan menggunakan metode SCAT Metode yang tepat dan sederhana untuk memeriksa efektivitas investigasi kecelakaan Sebuah sistem untuk menganalisis dan mengevaluasi penyebab kecelakaan Sebuah sistem untuk mengembangkan efektivitas pengendalian kecelakaan Sebagai pengingat akan penyebab dan pengendalian terhadap kecelakaan. Kriteria Investigasi Kecelakaan yang Baik Sumber Dilansir sebuah penelitian tentang investigasi kecelakaan yang dilakukan oleh Human Reliability Associates menyatakan bahwa sebuah proses investigasi dapat dianggap baik jika memenuhi kriteria sebagai berikut Metode investigasi yang digunakan harus mampu menganalisis semua faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan mengembangkan tindakan perbaikan Tim investigasi melibatkan pihak-pihak yang relevan Memiliki prosedur atau panduan terstruktur dan sistematis yang mendukung proses investigasi Mengidentifikasikan penyebab langsung dan tidak langsung Membuat rekomendasi untuk menindaklanjuti penyebab langsung dan tidak langsung Menerapkan rekomendasi dan melakukan analisis risiko lanjutan setelah penerapan rekomendasi Memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan atau perbaikan terbukti menurunkan risiko kecelakaan serupa Membagikan pelajaran yang didapat dari sebuah kecelakaan lesson learned kepada pihak-pihak terkait Laporan investigasi didokumentasikan secara jelas dan terperinci Memiliki basis data kecelakaan yang mudah diakses. Semoga Bermanfaat, Salam safety! Sumber TKx3.